Puluhan pemuda yang tergabung dalam Aksi Gerakan Pemuda Peduli NTB turun aksi demonstrasi ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Privinsi NTB (DIKPORA). Mereka mendesak DIKBUD NTB menindak tegas oknum ASN yang terlibat dalam kampaye politik.
Dalam orasinya, Kordinator Lapangan, Yusril Izza Mahendra mengatakan selama proses kampaye politik Calon Presiden dan Wakil Presiden, Calon Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPRRI), Calon Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), maupun Calon Dewan Perwakilan Daerah (DPD) masih ada ASN yang melanggar kode etik ikut serta terlibat melakukan kampaye politik di PEMILU 2019 ini.
Korlap juga menambahkan bahwa terindikasikan oknum Guru SMP di Loteng, oknum Kepala Dinas dan Kepala Desa yang merupakan ASN ikut aktif dalam kegiatan kampanye politik pemilu 2019.
Maka dari itu, mereka berharap agar menindak tegas oknum ASN yang terlibat melakukan kampaye politik di PEMILU 2019, meminta BAWASLU untuk memberikan saksi sesuai peraturan perundang undangan yang berlaku kepada ASN yang melanggar kode etik, meminta DIKBUD NTB agar segera melayangkan surat peringatan kepada ASN yang terlibat, dan mendesak Bawaslu NTB menindak tegas oknum oknum yang melanggar aturan kampaye politik.
Demo yang tidak berlangsung lama ini, berakhir setelah perwakilan dari Dinas Pemuda dan Olah Raga Provinsi NTB menerima pernyataan sikap demonstran. Setelah itu, massa pun membubarkan diri.
(hDy)